Showing posts with label Pesan Moral dan Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Pesan Moral dan Motivasi. Show all posts

Tuesday, January 29, 2013

Tips-Tips Belajar Efektif Jelang Ujian


JAKARTA - Menyongsong tahun yang baru, setiap orang pun memiliki resolusi. Satu yang pasti, kita berjanji untuk menjadi pribadi lebih baik di tahun yang baru. Demikian pula dalam kehidupan perkuliahan. Para mahasiswa pun berniat menyelesaikan perkuliahan dalam waktu singkat serta memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memuaskan.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut, kita pun harus mengevaluasi. Sudahkah efektifkah cara kita belajar? Menurut Wikihow, Senin (31/12/2012) terdapat beberapa tips cara belajar yang efektif.



Buat jadwal

Buatlah jadwal yang jelas untuk kegiatan sehari-hari termasuk durasi di tiap kegiatan. Mulai dari bangun tidur, belajar, istirahat, makan, hingga tidur malam.

Tuliskan kembali

Menulis kembali catatan Anda adalah cara belajar terbaik, terutama bagi Anda yang merupakan pembelajar kinestetik. Mind mapping adalah cara paling efektif untuk belajar. Sebab, ketika Anda kembali menulis sesuatu, Anda akan berpikir tentang apa yang Anda tuliskan dan mengapa Anda menulis itu. Dengan menulis kembali, memori Anda kembali disegarkan. Oleh karena itu, bacalah catatan perkuliahan Anda satu bulan lalu dan tuliskan kembali materi yang Anda pelajari dan akan ke luar dalam ujian Anda. Sehingga ketika hari H Anda tidak lagi bingung harus menjawab pertanyaan tersebut.

Temukan jam belajar yang tepat

Jangan belajar ketika Anda dalam keadaan lelah. Lebih baik belajar selama dua jam satu hari daripada mencoba menjejalkan semua materi ujian hingga jam dua dini hari. Sebab, Anda justru tidak akan mengingat banyak hal dan cenderung berhenti sebelum mempelajari materi yang dibutuhkan.

Jangan belajar tergesa-gesa

Menjejalkan berbagai materi perkuliahan pada malam sebelum hari ujian terbukti tidak berguna, karena informasi yang Anda dapatkan sangat banyak sehingga tidak mungkin untuk dapat menghafal sama sekali. Belajar sebelum dan pergi di atasnya beberapa kali benar-benar adalah cara terbaik untuk mempelajari materi, apalagi materi seperti sejarah dan mata pelajaran yang berhubungan dengan teori.

Subyek studi

Cara belajar pun dipengaruhi oleh materi perkuliahan yang kita pelajari. Untuk mata kuliah yang bersifat teori Anda mungkin cukup membaca, memahami, ataupun menghafal buku pegangan maupun catatan Anda. Namun, untuk mata kuliah yang memiliki unsur hitungan, Anda perlu mengerjakan contoh kasus sehingga dapat membantu membuka pikiran Anda jika soal serupa dikeluarkan dalam ujian.

Lingkungan

Lingkungan tempat Anda belajar akan mempengaruhi efektivitas belajar tersebut. Setiap orang memiliki faktor pendukung berbeda dalam mempermudah mereka memahami materi ujian. Ada yang nyaman dengan belajar sambil ditemani musik favorit adapula yang mudah menyerap materi sambil makan.

Namun, perlu diingat, saat memilih musik sebagai pengiring belajar, pilihlah musik yang menenangkan. Jangan pula memilih lagu-lagu kesukaan yang justru membuat kita terus bernyanyi sepanjang waktu belajar.

Tanpa disadari, kebersihan lingkungan sekitar kita belajar ternyata dapat mempengaruhi efektivitas belajar. Maka, bersihkan terlebih dahulu lokasi kita belajar terutama dari benda-benda yang dapat mengalihkan perhatian kita selama belajar.

Pencahayaan yang tepat

Belajar dalam ruangan dengan pencahayaan yang redup akan membuat mata Anda tegang sehingga mengurangi konsenterasi dalam belajar. Statistik mengatakan, sebesar 75 persen belajar dan fokus yang lebih baik jika berada di ruang cerah dengan sedikit gangguan.

Televisi

TV merupakan gangguan saat kita akan belajar. Maka, jauhkan diri dari TV maupun bentuk godaan hiburan lainnya yang dapat mengganggu konseterasi kita dalam belajar.

Istirahat sejenak

Anda tetap memerlukan relaksasi ketika belajar. Untuk itu, ambillah jeda sejenak untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran Anda. Namun, jangan terbuai istirahat terlalu lama sehingga lupa melanjutkan tujuan utama Anda.

Buatlah rencana

Selalu membuat rencana sebelum Anda mulai belajar. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah Anda menyelesaikan materi-materi yang lebih mudah terlebih dulu sebelum berlanjut ke materi yang lebih sulit. Dengan demikian, Anda dapat menghabiskan waktu yang berkualitas pada pelajaran sulit tanpa mengeluh.

Review

Ketika Anda selesai mempelajari satu halaman catatan Anda, lakukan review atas apa yang telah Anda baca sebelum melanjutkan ke halaman berikut. Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pada halaman tersebut untuk melihat apakah Anda sudah ingat apa yang baru saja Anda pelajari.

Minta bantuan

Ketika menemukan materi perkuliahan yang sulit kita pahami, mintalah bantuan kepada mereka yang lebih paham, seperti teman, orangtua, kakak, maupun sang dosen.

Hari H

Saat hari ujian, baca sekilas catatan Anda untuk menyegarkan informasi yang telah tersimpan dalam memori otak Anda.



sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/50e2323d582acf205700001d

Saturday, January 26, 2013

6 cara berterimakasih pada hal Negative

Terkadang ketika hal-hal buruk menimpa kita, hanya umpatan-umpatan yang keluar dari mulut kita. pikiran negative selalu menyelimuti diri kita, bahkan pencarian kabing hitam selalu menjadi pikiran utama yang ada diotak. Orang-orang disekitar kita, teman, lingkungan, diri kita sendiri, bakhan TUHAN terkadang menjadi kambing hitam atas apa yang ter jadi pada diri kita.
semua hal-hat tersebut teletak bagaimana kita menuntun/mengarahkan kata-kata dalam otak kita (self talk).


6 Cara menata ulang pola pikir kita ketika terjadi hal-hal negative:







1. Berterimakasihlah pada orang yang telah melukai hatimu, karena dia telah membuatmu kuat.
Layaknya seorang petinju semakin banyak dia menerima pukulan dari sang pelatih atau lawannya semakin kuat dia menerima pukulan yang lain, sehingga jalan menjadi pemenag akan terasa lebih ringan. begitu juga hatimu. ketika hatimu terlukai hatimu akan menjadi lebih besar kemudian membesarkan hatimu untuk bisa memaafkan. Hati akan menguat seiring waktu sebagai pembuktian atas hal yang pernah melukai dirinya



2. Berterimakasihlah pada orang yang telah membohongimu, karena dia telah membuatmu lebih bijaksana.
Dalam dunia nyata kita mengenal banyak bank yang berfungsi untuk menabung. Menyimpan banyak uang untuk bekal kita hidup. dalam kehidupan kita harus menciptakan bank kita sendiri yang berfungsi untuk menyimpan kebohongan-kebohongan yang pernah kita alami. Dari sana banyak pengetahuan-pengetahuan yang bisa dipelajari. Ciri-ciri seseorang pembohong, gelagat pembohong, dan rasa dibohongi sehingga kita tahu akan langkah apa yang bakal kita ambil untuk mendapat hidup yang lebih baik.



3. Berterimakasihlah pada orang yang telah membencimu, karena dia telah mengasah ketegaranmu.
Kenapa benci selalu dikaitkan dengan cinta? Benci sangat tipis bedanya dengan cinta. benci adalah kondisi dimana seseorang tidak suka terhadap sesuatu hal yang ada dalam orang yang dibenci. Dalam artian ketika hal yang membuat benci itu sudah tidak ada, dan kebencian itu sirna tinggal cinta lah yang ada. Belajarlah tegar dalam menghadapi orang yang membencimu karena sebenarnya mereka adalah penggemar rahasiamu yang disembunyikan rapat-rapat.



4. Berterimakasihlah pada orang yang telah mengkhianatimu, karena dia telah melatih kesabaran dan menguji kesetiaanmu.
Kunci sukses dalam meraih apapun yang kita harapkan adalah persistent dengan apa yang ingin kita raih. Hal yang paling mendasar dalam melakukan persistent adalah kesabaran dan kesetianmu dalam proses menuju apa yang ingin kamu raih. Maka terus berlatih bersabar dan setialah.



5. Berterimakasihlah pada orang yang mengecewakanmu, karena dia telah melatihmu untuk lebih ikhlas.
Proses kehidupan yang sangat panjang akan menyuguhkan banyak kejadian. Kejadian suka, duka, sedih, senang akan silih berganti. Selalu ada dua hal yang berlawanan akan terjadi dalam proses kehidupan kita. Cara agar selalu bahagia dalam menjalani hidup adalah dengan selalu IKHLAS dalam setiap kejadian yang kita alami.



6. Berterimakasihlah pada orang yang menjaga dan mengerti semua keadaanmu, karena disitulah Rahmat ALLAH AZZA WA JALLA ada bersamamu.
Tuhan maha kuasa dan beliau ada dimana-mana. Ketika ada orang didekatmu dan selalu menjagamu dan mengerti apapun yang ada dihatimu, berarti Tuhan mengirim utusan atau bahkan Tuhan sendiri yang datang untukmu.



sumber | iniunic.blogspot.com | 

Mengenali Bakat Anak




Sebagian besar orang tua menganggap bahwa anak bisa dikatakan cerdas apabila ia memiliki prestasi yang baik di sekolahnya, apalagi kalau selalu menjadi juara kelas.

Ayah Bunda pasti bangga apabila anak pintar di bidang akademis. Namun meskipun orang tua biasanya selalu mendorong anak supaya berprestasi di sekolah, faktanya tidak semua anak bisa melakukan sesuai dengan keinginan orang tuanya. Kalau sudah begitu, anak menjadi malu dan dapat timbul rasa rendah diri. Padahal yang perlu kita sadari adalah setiap anak memiliki kecenderungan bakat, minat dan potensi sendiri yang dia miliki. Satu anak dengan anak lainnya bisa berlainan.

Nah Ayah Bunda, sebagai orang tua yang bisa kita lakukan adalah memberi anak kesempatan untuk mencoba semua bakat sampai ia menemukan hal yang paling diminatinya. Dengan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada anak, Ayah Bunda akan lebih cepat mengetahui mana yang sebetulnya menjadi bakat anak.

Bila si anak sudah menemukan bakat yang ia minati, dan minat itu memang baik untuknya, Ayah Bunda perlu memberikan dukungan untuknya. Karena bakat biasanya tidak akan berkembang bila tak ada penguat.

Nah sekarang, bagaimana cara mengenali bakat? Berikut ini beberapa ciri yang perlu Ibu ketahui untuk mengenali bakat anak.

• Cepat Menguasai
Bakat ditunjukkan dengan cepatnya anak menguasai sesuatu. Misalnya ia berbakat dalam bidang musik, maka ketika diajari, ia cepat menirukan dan menguasai bermain musik. Tentu mungkin belum ahli betul, tetapi ia menunjukkan penguasaan yang terus membaik seiring berjalannya waktu. Begitupun seandainya anak berbakat di bidang lainnya.

• Menunjukkan hasil optimal
Ketika anak tertarik di sebuah bidang, biasanya anak akan sering melakukan kegiatan itu. Secara tidak sadar, itu adalah caranya berlatih sampai dia berhasil melakukannya dan dapat memperlihatkan kemampuannya itu kepada orangtua supaya orangtua tahu bahwa bakat yang dia inginkan bisa didukung oleh orangtuanya.

• Tidak cepat bosan
Saat anak sudah menemukan bakat yang ia minati maka anak akan terus melakukannya (berlatih) dan tidak mudah bosan terhadap yang dilakukannya. Anak akan tetap bersemangat menjalani sesuatu yang dia minati meskipun nantinya ada halangan yang ia hadapi.


Nah, apabila tanda-tanda bakat anak sudah bisa diamati, Ayah Bunda bisa mengoptimalkannya dengan cara mengasah bakat anak di bidang tersebut. Misalnya, apabila anak sudah memiliki tanda-tanda bahwa dia menyukai musik. Ayah Bunda bisa mengajaknya ke tempat-tempat ia bisa melihat musisi bermain (konser, pertunjukan musik, dsb). Kalau anak sudah bisa diajak berdialog, tanyakan ia suka musik apa. Ayah Bunda juga bisa memperhatikan selera musik yang ia suka. Dan mengajak si anak untuk mendengarkan bersama-sama sambil bersenang-senang.



sumber | iniunic.blogspot.com | 

Inilah Rahasia Sukses Orang Jepang yang Wajib agan Tiru !






Bukan menjadi rahasia lagi bahwa Jepang selalu menjadi icon untuk keberhasilan dalam pekerjaan. Kehidupan yang maju didukung dengan kemajuan teknologi juga tentunya menjadikan bangsa tersebut semakin berhasil.

Nah, apakah yang menjadi rahasia dalam mencapai kesuksesan itu? Banyak tradisi jepang yang bisa kita contoh untuk menuju sukses itu.

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.



2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.



3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.



4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.



5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.



6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini



7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.



8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.




sumber | iniunic.blogspot.com | 

Thursday, January 24, 2013

7 Orang Jujur yang Berani Mengembalikan Uang Tak Bertuan

Di zaman sekarang ini emang susah gan menemukan orang yang jujur, tapi tunggu dulu, buktinya masih ada orang-orang yang jujur berani mengembalikan uang yang bukan hak nya

Spoilerfor Joi Lyn Mengembalikan Uang US$ 20 ribu:
Joi Lyn Honer sedang menggunakan mesin ATM di New Jersey, Amerika Serikat, beberapa bulan lalu. Namun tak disangka, di sebelah mesin itu teronggok uang US$ 20 ribu atau sekitar Rp 190 juta. Dia menemukan uang itu tepat pada hari buruh.

Tanpa pikir panjang, Honer mengembalikan uang itu ke kepolisian. Perusahaan penyalur uang itu pun memberikannya penghargaan

"Saya bersyukur," ujar Lyn kepada The Press. "Saya tidak memikirkan hadiahnya, tapi saya pikir memiliki US$ 500 yang tak saya miliki tiga hari lalu, itu cukup membantu saya," sambungnya tanpa penyesalan

Spoilerfor Tukang Sampah Kembalikan US$ 5.100:
Todd Little dan Edwin Workman sehari-hari bekerja sebagai pemungut sampah. Saat bertugas pada malam tahun baru 2004 lalu di North Carolina, mereka menemukan sebuah amplop di kantong baju yang sudah dibuang. Amplop itu rupanya berisi uang US$ 5.100 atau sekitar Rp 48.450.000.

Keduanya langsung kembali ke rumah tempat mereka menemukan amplop itu. Namun tak ada siapa pun di dalam. Baru pada malam harinya, mereka kembali ke rumah itu dan mengembalikan uangnya.

"Tak ada pertanyaan di benak kami sewaktu menemukan uang itu, kami tahu dari mana asalnya dan kami sangat ingin mengembalikannya," kata Workman.

Spoilerfor Pria Jepang Kembalikan US$ 10 Ribu:

Katsumasa Hibino, pria asal Nagoya Jepang baru saja pindah ke rumah barunya. Namun tak disangka, di rumah itu masih tersimpan uang US$ 10 ribu atau sekitar Rp 95 juta di ventilasi atap.

Dia menemukan itu saat mencari jalur listrik untuk tv kabel. Lalu ada sebuah kotak kecil yang disimpan di atap. Kotak itu lalu dibuka dan walah, ada uang tersebut.

Katsumasa langsung menelepon polisi karena dia merasa uang itu bukan miliknya. "Rumah memang milik saya, tapi uang itu bukan," ujarnya

Spoilerfor Jerry Mika Berani Kembalikan Cek US$ 2 Juta:
Jerry Mika adalah sosok orang jujur yang paling sering dibahas di Amerika Serikat. Betapa tidak, dia berani mengembalikan cek sebesar US$ 2 juta atau sekitar Rp 19 miliar!

Cerita ini bermula saat Mika sedang menunggu pengembalian uang sebesar US$ 15 dari Departemen Perdagangan Utah. Ketika cek itu datang, dia heran karena bobotnya lebih berat dari yang dia perkirakan.

Ternyata, cek itu senilai total US$ 2.245.342. Mika sempat berusaha mencairkan cek itu. Dia tergoda dengan jumlah uang itu dan apa yang bisa dilakukan dengannya.

"Saya terus berusaha untuk mencairkannya. Saya sempat berpikir apa saja hal yang bisa saya lakukan dengannya.. siapa yang tidak ingin?" ujarnya.

Namun akhirnya Mika melakukan tindakan yang benar. Dia menyerahkan semua uang itu untuk kebaikan. Uang diserahkan ke yayasan amal, yang bergerak untuk membantu masyarakat miskin di Nepal.

"Sudah jelas, kami memiliki warga yang jujur. Kami berharap bisa melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar ucapan terima kasih," ujar Direktur Keuangan Departemen Perdagangan, Francine Giani.

Spoilerfor Mark Morant Kembalikan Uang US$ 640.000:
Pada tahun 2001, ada kisah menginspirasi di sekitar Cleveland, Amerika Serikat. Seorang pria bernama Mark Morant (38), menemukan uang US$ 640 ribu atau sekitar Rp 6,08 miliar.

Pria yang bekerja sebagai petugas keamanan itu menemukan uang di sekitar perumahan Cleveland, tempatnya bekerja. Ada tumpukan uang yang terbungkus plastik dan jatuh dari mobil pengangkut uang.

Dia mengambilnya, lalu mengembalikan seluruh uang itu dua hari kemudian. Morant sempat berpikir untuk menyimpan uang tersebut, namun dia akhirnya sadar itu bukan tindakan yang tepat.

Spoilerfor Debbie Cole Kembalikan Uang US$65 Ribu:
Di awal bulan Oktober lalu, seorang wanita bernama Debbie Cole (53) sedang berjalan di sekitar kawasan Florida. Lalu, dia melihat sebuah truk sampah yang sedang membersihkan tumpukan kotoran. Namun sebagian ada yang berceceran.

Di antara yang berceceran itu ada sebuah plastik bergaris merah yang teronggok di jalanan dan sudah terlindas kendaraan beberapa kali. Saat diangkat oleh Debbie, plastik itu rupanya berisi US$ 65 ribu atau sekitar Rp 617.500.000.

Sempat kaget beberapa saat, Debbie langsung mengontak atasannya di kantor, dan atasannya langsung menghubungi kepolisian setempat. Ternyata setelah dilacak, itu adalah uang yang jatuh dari mobil transportasi uang pengisi ATM. Namun tak jelas bagaimana cerita uang itu bisa jatuh di jalanan.

Lalu, pernahkah Debbie terpikir untuk mengambilnya?

"Semua orang selalu menanyakan hal itu. Tapi jujur saja, itu tidak pernah terlintas di pikiran saya," ujar Debbie.

Spoilerfor Sopir Taksi, Kembalikan Uang Rp 8 Miliar:
Sia Ka Tian, demikian nama seorang sopir taksi di Singapura yang sangat jujur ini. Sia Ka Tian mengembalikan uang senilai kurang lebih Rp. 8,6 miliar yang ditemukan dalam taksinya.

Supir sebuah perusahaan taksi di Singapura ini mengaku kaget saat melihat ada setumpuk uang didalam tas yang ada di kursi belakang. Saat itu dia baru saja mengantarkan sepasang turis dari Thailand yang menumpang taksinya.

Semula Sia Ka Tian mengira uang tersebut sekitar 200 ribu dollar Singapura, namun ketika sampai di dermaga taksinya dia kaget setelah temannya menghitung uang tersebut yang ternyata berjumlah 1,1 juta dolar Singapura, atau jika di rupiahkan menjadi sekitar Rp. 8,6 miliar rupiah.

Merasa uang tersebut bukan haknya, Sia Ka Tian berpikir tidak akan menggunakannya.

Dan pasangan turis pemilik uang itu kemudian menghubungi perusahaan taksi yang baru saja mereka gunakan. Sia Ka Tian pun akhirnya mengembalikan uang tersebut kepada pemiliknya. Dan pasangan turis dari Thailand tersebut memberikan sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih kepada Sia Ka Tian.

Pihak perusahaan pun merasa bangga memilki seorang karyawan jujur seperti dia. Dan Sia Ka Tian menerima penghargaan khususu dari pihak perusahaan.


Nah kalo yang ini dari Indonesia gan
Spoilerfor Agus, Office Boy yang Temukan Uang Rp 100 Juta :
"Waktu itu sore bulan Ramadan, 4 Agustus. Saya sedang bersih-bersih di kantor, di tempat sampah kantor ada uang 10 bundel," jelas Agus yang sebulannya bergaji Rp 2,2 juta ini.

Melihat uang itu Agus tak silap mata. Dia pun sama sekali tak menyentuh uang itu. "Saya langsung teriak memanggil satpam," jelas Agus yang sudah bekerja 3 tahun di bank itu.

Sebenarnya bisa saja dia mengambil uang yang tergeletak begitu saja di tempat sampah. Di bank itu pun hanya tinggal dia dan satpam. Tak ada yang tahu soal uang yang sudah terbuang itu.

"Itu bukan rezeki saya Mas, itu hak kantor. Allah Maha Melihat, Maha Mengetahui. Itu hak Bank Syariah Mandiri. Yang menjadi rezeki saya, apa yang saya lihat, apa yang saya dengar apa yang saya hirup itu rezeki," jelas Agus yang bercerita sambil gemetar ini.

Agak sulit menemui dan mewawancarai Agus. Hampir 2 jam detikcom menunggu, dan baru bisa menemui Agus.

Pria yang dikenal jenaka ini mendapatkan penghargaan atas sikap terpujinya ini dari bank tempatnya bekerja berupa piagam dan uang Rp 1,75 juta.

Uang Rp 100 juta yang ditemukan Agus itu bukan uang nasabah. Uang itu milik BSM yang tergeletak karena kekhilafan teller. Beruntung ada Agus yang menyelamatkan uang itu.

"Saya bersyukur bisa bekerja di bank ini," tutur pengagum Khalifah Umar bin Khatab ini.

Spoilerfor Saih, Buruh pabrik yang menemukan 400 juta :
"Kejadiannya Sabtu jam 7, ada tas gede. Saya bawa beberapa meter. Saya liat isinya ada minumannya, ada alat kecantikan, ada dompet kecil, ada amplop, ada duit,"
Saih menemukan itu pada Sabtu (12/1). Dia menemukan tas tersebut di dekat jalan tak jauh dari lokasi pemancingan di daerahnya.

Saat itu dia pun sempat berpikir, dengan uang pecahan ratusan ribu di dalam tas itu, yang berjumlah banyak, tentu kasihan sekali orang yang kehilangan.

"Nggak lama, saya jalan beberapa puluh meter, ada perempuan naik motor, menanyakan tasnya yang hilang. Saya langsung iyakan dan saya berikan tas itu," jelas Saih.

Perempuan itu pun sempat mengucapkan terima kasihnya dan mencium tangan Saih. Kemudian perempuan itu pergi.

"Nggak lama dia balik lagi, ngajak bonceng motor. Dia mau anterin ke rumah saya," tuturnya.

Di atas motor itu dalam perjalanan terjadi percakapan. Perempuan itu berkali-kali menyampaikan terima kasihnya. Anak Saih, Angga Saputra, bahkan akan diajak bekerja di tempat perusahaan perempuan itu.

"Katanya sih uang di dalam tas itu Rp 400 jutaan. Saya liat di tas itu duitnya merah semua (pecahan seratus ribu -red)," terang Saih yang merupakan buruh pabrik di Cibinong ini.

Saih menegaskan, dia sempat diberi uang Rp 50 ribu oleh perempuan itu. Dia pun masih menunggu tawaran kerja untuk anaknya Angga yang hanya lulus SMP.

"Tapi saya bantu ikhlas. Saya juga pernah ngerasain duit saya Rp 25 juta dibawa kabur orang," terang Saih.



wah takjub ya gan, semoga mereka dapat balasan yang setimpal atas kebaikan mereka




sumber | iniunic.blogspot.com | 

Bocah yang Menggemparkan Kampus UI




Perawakan dan tampangnya memang mirip anak baru lulus SMA, tapi siapa sangka bocah bernama Big Zaman ini sudah diwisuda September tahun lalu dari Kampus yang identik dengan yellow jacket-nya. Menariknya, dari sosoknya yang sederhana tersimpan pengalaman hidup yang begitu menginspirasi.

Mau tahu kisah seorang Big yang menggugah hingga ia didaulat menyampaikan 'Graduation Speech' saat wisuda tahun lalu di Balairung UI? Ini dia kisahnya:

Betapa indah pertolongan Alloh, tanpa cinta-Nya Barangkali seorang anak laki-laki itu sudah berhenti di tengah-tengah pendidikannya. Selalu saja ada orang yang mau membiayai sekolahnya dari kepala sekolah SD-nya, seorang pemilik restoran yang tidak diketahui dari mana asalnya, hingga alumni SMAN 5 Surabaya rajin terus menebus uang sekolahnya sejak SD hingga SMA.

Barangkali anak laki-laki itu tidak pernah berpikir untuk melanjutkan kuliahnya bila Allah tidak mengirimkan teman-teman SMA yang sangat tidak logis  yang sering kali membantunya dan di akhir kelas 3 SMA mau patungan sekelas hanya untuk membiayai uang bimbingan belajarnya.

Betapa ajaib nikmat dariNya ketika anak laki-laki ini yang sudah diterima di kampus idamannya UI, namun nyaris gagal berangkat ke Jakarta karena masalah ongkos. Apa jadinya bila Allah tidak mengutus sahabat terbaik beserta keluarganya yang murah hati yang tiba-tiba datang menjemput ke rumah dan menaikkan anak kampungan ini untuk naik pesawat pertama kalinya! Ya, ke Jakarta!

Bahkan ketika sampai di asrama UI, tempat pertama kali menginjakkan kaki di kampus itu , anak laki-laki itu hanya bermodalkan tiga stel baju celana plus ijazah di tangan, mengalami sulitnya di masa-masa awal. Ya, lagi-lagi Allah mengirimkan keluarga pertama ASUI yang saat itu datang berkunjung dan membawakan setenteng kantong plastik besar Ramayana berisi baju, sepatu, tas, dan sejumlah uang agar ia dapat tinggal dengan nyaman. Allahu rabbi..
Saat itu pula, bisa jadi si anak laki-laki itu sudah di-DO sebelum memasuki perkuliahan karena 700 ribu uang DKFM yang belum dibayarkannya. Namun lagi-lagi rasanya Allah ingin membisikkan di telingaku,

“Kamu tidak sendiri, Big..”

Begitulah Allah, dengan rasa cintaNya yang begitu besar menyelamatkan masa depan bocah cungkring itu. Kali ini seorang sosok mulia itu tiba-tiba memanggil saya yang sedang menangis di sekretariat untuk masuk ke ruangannya. Dengan lembut beliau menenangkan lalu mengatakan,

“Semua akan baik-baik saja, kamu jangan takut ya Big..”

Nol rupiahnya uang pangkal dan uang semester pun akhirnya dilengkapi dengan lunasnya DKFM saya saat itu. Mata saya pun tmeleleh setiap mengingat kejadian bersama ibu yang selalu saya cintai, yang hingga saat ini pun masih memperjuangkan mahasiswa-mahasiswa yang kurang beruntung seperti saya. Terimakasih Bu..


Terima kasih kepada dua bidadari cantik yang hadir di wisuda saya kemarin, mereka adalah ibu dan mbak yang terus memberikan doa tertulusnya tak pernah henti. Dan tentu sosok yang akan selalu saya kagumi, almarhum Bapak yang dari dulu selalu meyakini, suatu saat saya pasti jadi sarjana, jadi orang pinter, jadi orang besar di zaman yang besar nanti, begitu kan Pak doamu dalam namaku?

Ya, tulisan ini hanya sebuah titik dari sejumlah syukur yang ingin ku haturkan padaMu Allah. Yang selalu punya rencana terbaik dibalik semua rencana terbaik yang telah kumiliki..

Maka kugoreskan rencanaku selanjutnya dengan pensil ya Allah, dan seperti biasa kan kuberikan penghapusnya kepadaMu agar Kau dapat hapuskan yang tidak perlu dan menggantinya dengan skenario yang lebih, lebih, dan lebih baik!
-----
Hikmah:
Begitulah cara Alloh memperlakukan hamba-hambaNya yang sungguh bersungguh-sungguh meraih impian mulianya apalagi untuk menuntut ilmu. Akan dibukakan seribu satu jalan untuk menggapainya. Yakinlah! kisah Big semoga mampu menyemangati kita untuk terus berikhtiar tanpa batas.




sumber | iniunic.blogspot.com | 

Wednesday, January 23, 2013

Kegagalan adalah Ibu Kandung dari Kesuksesan

Dalam mengembangkan usaha bisnis atau karir yang sedang kita perjuangkan, sudah sewajarnya kita berharap semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan dan kesulitan yang berarti, tetapi dalam proses perjalanannya tidak jarang kita dihadapkan pada kondisi sulit yang muncul silih berganti.
Saat kondisi sulit menghadang kita, tidak perlu ditanggapi dengan sikap pesimis dan terbeban. Perlu kita yakini dan kita sadari bahwa di setiap kesulitan yang mampu kita atasi, maka bersamaan itu pula akan muncul kesempatan baru yang memungkinkan kita melanjutkan dan memperjuangkan usaha kita hingga mencapai kesuksesan.

Tetapi di dalam kenyataannya yang sering terjadi, pada saat kita dihadapkan pada kesulitan, rintangan, kesalahan dan problem yang bermunculan, fighting spirit kita menjadi turun, rapuh, dan mudah menyerah; semuanya terasa begitu berat dan membebani mental, bahkan tidak jarang membuat kita merasa gagal, frustasi, depresi, putus asa, menganggap ini semua merupakan suratan nasib yang memang harus kita alami.

Mengapa kita mudah menyerah? Mengapa kita cepat merasa gagal? Sebenarnya perasaan di atas ini adalah akibat dari hasil pikiran atau kesadaran tentang proses perjuangan hidup ini yang belum matang.
Jangankan cuma kesulitan yang menghadang, sekalipun kita mengalami kegagalan, ingat setiap kegagalan pasti punya nilai pendidikan tersendiri, seperti kata bijak Mandarin : , kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan.

Kita perlu menyadari bahwa kesulitan, kegagalan adalah bagian dari dinamika kehidupan kita. Setiap kegagalan pasti akan membawa hikmah yang setimpal. Kesuksesan sejati adalah kristalisasi dari berbagai macam kesulitan dan kegagalan yang mampu kita atasi.

Untuk itu kita dituntut mempunyai "Keuletan Extra". Keuletan yang berarti : tidak sekadar sabar, bertahan, apatis, pasif, pasrah, tetapi "Keuletan" yang di dalamnya mengandung sikap antusias, proaktif, gigih, tegar, berani untuk beraksi terus menerus.

Jika sikap mental "Keuletan" di atas dapat dipraktekan di setiap tantangan yang muncul, sampai menjadi kebiasaan di kehidupan kita, maka kita akan sadar bahwa hanya melalui Kelemahan, Kesulitan, Kesalahan bahkan kegagalan, barulah kita mempunyai kesempatan untuk mematangkan mental dan menjadi dewasa melalui BELAJAR DALAM ARTI YANG SEBENARNYA.

Pembaca yang budiman,
Saya yang telah kenyang mengunyah kesulitan dan kegagalan, telah menganggap semua ini sebagai vitamin kesuksesan. Bagi setiap orang yang mau sukses tidak mungkin bias bebas dari kegagalan, tidak ada kesuksesan sejati bisa berdiri tegak tanpa kemampuan mengatasi semua kesulitan ataupun kegagalan. Maka, memang benar dan tepat bobot dari kata pepatah klasik " ". Kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan.

Salam sukses luar biasa!

Andrie Wongso

------------------------------------

Terima kasih atas dukungan dan perhatian teman-teman selama ini…! Kini, ada program baru yang menarik – penuh wisdom, motivasi, dan inspirasi: "Share and Be Happy".

Kita bisa share ke teman-teman sehingga kita semua bisa happy. Luar biasa!



sumber | iniunic.blogspot.com | 

[renungan]Yang terbaik


semoga bermanfaat

----------

Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki2 berusia tujuh tahun
yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim
bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain
yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya
di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap
pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul
bola maupun tidak.



Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan
kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah
pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu
hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun.
Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena
mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah
berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu
yang biasa dilakukannya pada malam hari.


"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya. "Tidak ada yang
dapat mencintaiku seperti dia".

"Kau tidak perlu menyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah
seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa
nyaman. "Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja
yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk
selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik
bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari
penggantinya."



Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk
tinggal bersamanya. Bersama-sama,mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah
yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan
selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga
selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.



Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu,Sherri selalu datang dan
bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya
bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang
diri.

"Pelatih", panggilnya. "Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang?
Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?"

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja
sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil
memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola.
Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak
berlatih extra keras dalam beberapa hari ini.

"Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah
Luke. "Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu."

Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain
dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua
single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat
timnya berhasil memenangkan pertandingan.



Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke
bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir
lapangan. "Pertandingan yang sangat mengagumkan,"katanya kepada Luke."Aku
tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang
membuatmu jadi begini?"



Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air
mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata
"Pelatih,ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil.
Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat
kecelakaan itu. Minggu lalu,......Ibuku meninggal." Luke kembali menangis.



Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan
terbata-bata "Hari ini,.......hari ini adalah pertama kalinya kedua
orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama
melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan
mereka.......". Luke kembali menangis terisak-isak.


Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan
mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang
berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu
mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis.
Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya
sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang
pelatih, tetapi sebagai seorang anak.....



Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal
ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun
berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun
ayah dan ibunya sudah pergi selamanya............Luke baru saja kehilangan
seorang Ibu yang begitu mencintainya........



Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat
itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya,
membahagiakan mereka,membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk
mereka.Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal
seumur hidupnya...............


sumber | iniunic.blogspot.com | 

Bolehkah Memulai Bisnis di Luar Bidang Ilmu Kita?



Kondisi para entrepreneur terkait dengan bidang ilmu yang ia tekuni saat memulai berwirausaha sangat bervariasi. Ada seorang entrepreneur yang sama sekali tidak pernah mengenyam bangku kuliah awalnya dan hanya menggunakan pengalaman otodidaknya sebagai pondasi untuk berbisnis tetapi toh ia sukses besar. Ada lagi sebagian yang mengenyam pendidikan tinggi dan lulus serta berhasil membangun kerajaan bisnis. Ada pula yang berpendidikan kurang dan tingkat kesuksesannya pun juga kurang.


Selain itu semua, ada juga sekelompok entrepreneur yang menekuni satu disiplin ilmu saat kuliah tetapi setelah lulus ia malah merintis bisnis di bidang lain yang tidak sejalan dengan latar belakang pendidikannya tersebut. Bagaimana sebenarnya kita harus menyikapi ini? Apakah disarankan untuk mencoba bisnis di bidang baru atau berkutat di bidang yang kita sudah kuasai saja?


Sebagian orang berasumsi bahwa startup atau bisnis baru apa saja harus dimulai dengan bidang keilmuan yang relevan. Misalnya seseorang yang ingin memulai sebuah startup digital haruslah seorang lulusan dari jurusan ilmu komputer (computer science). Padahal kita perlu ketahui sejumlah pendiri startup sekaligus entrepreneur sukses seperti staf Twitter pada fase awal pendirian bukanlah orang yang secara akademis berkompeten dalam bidang ilmu komputer atau pemrograman. Contoh lain ialah para pendiri Instagram. Mereka bukan lulusan jurusan ilmu komputer atau semacamnya. Dan saat mendirikan Instagram dan ingin meluncurkan produk, mereka memiliki teman lain yang berkompetensi di dalam ilmu komputer yang sanggup mewujudkan apa yang mereka inginkan.



Menurut Kevin Systrom, mereka yang memiliki pengetahuan yang relatif memadai dalam beberapa bidang justru lebih bagus untuk memulai bisnis baru. "Generalists are perfect for startups," ungkap Systrom. Argumen tersebut dapat dipahami karena dalam menjalankan suatu bisnis kita tidak bisa terjebak untuk fokus pada satu area tertentu. Banyak sekali aspek bisnis yang harus dikerjakan dan dikembangkan. Dan jika seseorang memiliki kemampuan yang bervariasi dan mau dengan mudah menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut (untuk belajar ilmu di luar yang ia kuasai), peluang suksesnya akan lebih besar.


Untuk itu, Systrom menyarankan jika seorang entrepreneur kurang menguasai atau kurang berkompeten dalam satu bidang/ aspek bisnis, tak usah cemas. Carilah rekan pendiri yang memiliki kompetensi untuk itu. Dalam kasusnya, ia yang tidak banyak paham tentang ilmu komputer harus menggandeng orang lain yang memiliki kemampuan tersebut. Tak perlu menjadi begitu piawai dalam bidang teknis untuk menjadi entrepreneur, itulah pesan intinya.(*AP)



sumber | iniunic.blogspot.com | 

Tuesday, January 22, 2013

Di Jepang, Sekolah dasar mengajarkan MORAL, di Indonesia mengajarkan ILMU TEKNOLOGI



Anak saya bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kota Tokyo, Jepang. Pekan lalu, saya diundang untuk menghadiri acara “open school” di sekolah tersebut. Kalau di Indonesia, sekolah ini mungkin seperti SD Negeri yang banyak tersebar di pelosok nusantara. Biaya sekolahnya gratis dan lokasinya di sekitar perumahan.
Pada kesempatan itu, orang tua diajak melihat bagaimana anak-anak di Jepang belajar. Kami diperbolehkan masuk ke dalam kelas, dan melihat proses belajar mengajar mereka. Saya bersemangat untuk hadir, karena saya meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana bangsa tersebut mendidik anak-anaknya.
Melihat bagaimana ketangguhan masyarakat Jepang saat gempa bumi lalu, bagaimana mereka tetap memerhatikan kepentingan orang lain di saat kritis, dan bagaimana mereka memelihara keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan, tidaklah mungkin terjadi tanpa ada kesengajaan. Fenomena itu bukan sesuatu yang terjadi “by default”, namun pastilah “by design”. Ada satu proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang dilakukan terus menerus di masyarakat.
Dan saat saya melihat bagaimana anak-anak SD di Jepang, proses pembelajaran itu terlihat nyata. Fokus pendidikan dasar di sekolah Jepang lebih menitikberatkan pada pentingnya “Moral”. Moral menjadi fondasi yang ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak di Jepang. Ada satu mata pelajaran khusus yang mengajarkan anak tentang moral. Namun nilai moral diserap pada seluruh mata pelajaran dan kehidupan.
Sejak masa lampau, tiga agama utama di Jepang, Shinto, Buddha, dan Confusianisme, serta spirit samurai dan bushido, memberi landasan bagi pembentukan moral bangsa Jepang. Filosofi yang diajarkan adalah bagaimana menaklukan diri sendiri demi kepentingan yang lebih luas. Dan filosofi ini sangat memengaruhi serta menjadi inti dari sistem nilai di Jepang.
Anak-anak diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu, dan jujur. Mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.

Di sekolah dasar, anak-anak diajarkan sistem nilai moral melalui empat aspek, yaitu Menghargai Diri Sendiri (Regarding Self), Menghargai Orang Lain (Relation to Others), Menghargai Lingkungan dan Keindahan (Relation to Nature & the Sublime), serta menghargai kelompok dan komunitas (Relation to Group & Society). Keempatnya diajarkan dan ditanamkan pada setiap anak sehingga membentuk perilaku mereka.

Pendidikan di SD Jepang selalu menanamkan pada anak-anak bahwa hidup tidak bisa semaunya sendiri, terutama dalam bermasyarakat. Mereka perlu memerhatikan orang lain, lingkungan, dan kelompok sosial. Tak heran kalau kita melihat dalam realitanya, masyarakat di Jepang saling menghargai. Di kendaraan umum, jalan raya, maupun bermasyarakat, mereka saling memperhatikan kepentingan orang lain. Rupanya hal ini telah ditanamkan sejak mereka berada di tingkat pendidikan dasar.
Empat kali dalam seminggu, anak saya kebagian melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia harus membersihkan dan menyikat WC, menyapu dapur, dan mengepel lantai. Setiap anak di Jepang, tanpa kecuali, harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Akibatnya mereka bisa lebih mandiri dan menghormati orang lain.
Kebersahajaan juga diajarkan dan ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Nilai moral jauh lebih penting dari nilai materi. Mereka hampir tidak pernah menunjukkan atau bicara tentang materi. Anak-anak di SD Jepang tidak ada yang membawa handphone, ataupun barang berharga. Berbicara tentang materi adalah hal yang memalukan dan dianggap rendah di Jepang.

Keselarasan antara pendidikan di sekolah dengan nilai-nilai yang ditanamkan di rumah dan masyarakat juga penting. Apabila anak di sekolah membersihkan WC, maka otomatis itu juga dikerjakan di rumah. Apabila anak di sekolah bersahaja, maka orang tua di rumah juga mencontohkan kebersahajaan. Hal ini menjadikan moral lebih mudah tertanam dan terpateri di anak.
Dengan kata lain, orang tua tidak “membongkar” apa yang diajarkan di sekolah oleh guru. Mereka justru mempertajam nilai-nilai itu dalam keseharian sang anak.
Saat makan siang tiba, anak-anak merapikan meja untuk digunakan makan siang bersama di kelas. Yang mengagetkan saya adalah, makan siang itu dilayani oleh mereka sendiri secara bergiliran. Beberapa anak pergi ke dapur umum sekolah untuk mengambil trolley makanan dan minuman. Kemudian mereka melayani teman-temannya dengan mengambilkan makanan dan menyajikan minuman.
Hal seperti ini menanamkan nilai pada anak tentang pentingnya melayani orang lain. Saya yakin, apabila anak-anak terbiasa melayani, sekiranya nanti menjadi pejabat publik, pasti nalurinya melayani masyarakat, bukan malah minta dilayani.
Saya sendiri bukan seorang ahli pendidikan ataupun seorang pendidik. Namun sebagai orang tua yang kemarin kebetulan melihat sistem pendidikan dasar di SD Negeri Jepang, saya tercenung. Mata pelajaran yang menurut saya “berat” dan kerap di-“paksa” harus hafal di SD kita, tidak terlihat di sini. Satu-satunya hafalan yang saya pikir cukup berat hanyalah huruf Kanji. Sementara, selebihnya adalah penanaman nilai.
Besarnya kekuatan industri Jepang, majunya perekonomian, teknologi canggih, hanyalah ujung yang terlihat dari negeri Jepang. Di balik itu semua ada sebuah perjuangan panjang dalam membentuk budaya dan karakter. Ibarat pohon besar yang dahan dan rantingnya banyak, asalnya tetap dari satu petak akar. Dan akar itu, saya pikir adalah pendidikan dasar.
Sistem pendidikan Jepang seperti di atas tadi, berlaku seragam di seluruh sekolah. Apa yang ditanamkan, apa yang diajarkan, merata di semua sekolah hingga pelosok negeri. Mungkin di negeri kita banyak juga sekolah yang mengajarkan pembentukan karakter. Ada sekolah mahal yang bagus. Namun selama dilakukan terpisah-terpisah, bukan sebagai sistem nasional, anak akan mengalami kebingungan dalam kehidupan nyata. Apalagi kalau sekolah mahal sudah menjadi bagian dari mencari gengsi, maka satu nilai moral sudah berkurang di sana.
Di Jepang, masalah pendidikan ditangani oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, dan Ilmu Pengetahuan Jepang (MEXT) atau disebut dengan Monkasho. Pemerintah Jepang mensentralisir pendidikan dan mengatur proses didik anak-anak di Jepang. MEXT menyadari bahwa pendidikan tak dapat dipisahkan dari kebudayaan, karena dalam proses pendidikan, anak diajarkan budaya dan nilai-nilai moral.
Mudah-mudahan dikeluarkannya kata “Budaya” dari Departemen “Pendidikan dan Kebudayaan” sehingga “hanya” menjadi Departemen “Pendidikan Nasional” di negeri kita, bukan berarti bahwa pendidikan kita mulai melupakan “Budaya”, yang di dalamnya mencakup moral dan budi pekerti.
Hakikat pendidikan dasar adalah juga membentuk budaya, moral, dan budi pekerti, bukan sekedar menjadikan anak-anak kita pintar dan otaknya menguasai ilmu teknologi. Apabila halnya demikian, kita tak perlu heran kalau masih melihat banyak orang pintar dan otaknya cerdas, namun miskin moral dan budi pekerti. Mungkin kita terlewat untuk menginternalisasi nilai-nilai moral saat SD dulu. Mungkin waktu kita saat itu tersita untuk menghafal ilmu-ilmu “penting” lainnya.
Demikian sekedar catatan saya dari menghadiri pertemuan orang tua di SD Jepang.

Catatan Gendut 79 :
Ane setuju dengan artikel ini, saat penulis menyatakan bahwa pendidikan dasar pada anak tidak hanya menfokuskan menjadi anak pintar dan menguasai IPTEK, namun moral, budi pekerti dan budaya. Jangan heran kenapa Di Jepang, karena sejak kecil ditanamkan moral dan budi pekerti, hingga dewasa landasan tersebut dipakai saat beraktivitas sehari-hari dan jarang adanya perbuatan tercela seperti KORUPSI, manipulasi, dll. Di bandingkan di Indonesia, anak-anak TK harus dipaksakan untuk mengerti berhitung dan membaca seperti anak SD. Anak SD harus dibebankan pelajaran-pelajaran berat dan padat. Pandai namun miskin moral saat nanti dewasa.





sumber | iniunic.blogspot.com | 

Monday, January 21, 2013

Kehebatan Pasukan Islam Menaklukkan Konstantinopel / Orang Islam Wajib Masuk

PENAKLUKAN KOSTANTINOPEL, ISLAM MEMANG HEBAT GAN
SEMOGA SEJARAH INI BERMANFAT GAN.


konstantinopel dipandang sebagai salah satu kota paling penting di dunia, didirikan pada tahun 330 m oleh kaisar byzantium, constantine i. Kota itu menjadi tempat unik dan menawan di dunia. Sampai ada yang mengatakan, “seandainya dunia ini satu kerajaan, tentulah konstantinopel adalah kota yang paling layak sebagai ibukotanya”



ketika kaum muslimin mulai berjihad melawan kekaisaran byzantium, kota konstantinopel mempunyai aspek khusus dalam pertsarungan itu. Oleh karena itu, rasulullah saw menyampaikan berita gembira kepada para sahabatnya mengenai akan ditaklukannya konstantinopel. Diantaranya ketika berlangsung perang khandaq, beliau bersabda : Sesungguhnya kota konstantinopel pasti akan ditaklukan oleh seseorang. Pemimpin yang menaklukannya adalaha sebaik-baiknya pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan.

persiapan penaklukan
sulthan muhammad al fatih mencurahkan berbagai upaya untuk merencakana dan mengatur penaklukan, yaitu dengan cara menambah jumlah personil militernya hingga 250.000. Mujahid, jumlah ini sangat besar jika dibandingkan negara lain pada saat itu. Selaian itu al-fatih juga memberikan pelatihan pasukannya dengan berbagai seni perang, dilengkapi pula dengan berbagai persenjataan sehingga menjadikan mereka ahli dalam melakukan operasi jihad ke konstantinopel. Al-fatih tidak hanya memperhatikan aspek keahlian dalam berperang, tetap beliau juga memperhatikan persiapan maknawi (moral) dan menanamkan semangat jihad di dalam pasukannya. Dia senantiasa mengingatkan mereka mengenai pujian rasulullah saw.



serangan

konstantinopel dikelilingi laut di tiga sisi, yaitu selat bosporus, laut marmara, dan tanduk emas yang dilindungi oleh rantai besar untuk mengontrol lalu lintas kapal kedalamnya. Seaian itu, dua garis pagar yang kokoh dan panjang mengelilinginya di daratan dan pantyai marmarah hingga tanduk emas. Kota konstantinopel dari segi militer dianggap sebagai kota di dunia yang paling baik perlindungannya. Sebab kota ini mempunyai pagar-pagar dan benteng-benteng , ditambah lagi perlindungan alam. Oleh karena itu, kota ini sulit untuk diterobos.

6 april 1453 m (26 rabiul awal 857 h) tentara utsmani yang dipimpin langsung oleh sulthan muhammad al-fatih telah tiba di timur konstantinopel, pasukan dibagi menjadi tiga bagian utama yang memungkinkan untuk melakukan pengepungan darat dari berbagai arah ditambah dengan ketersediaan pasukan cadangan dan juga al-fatih memasang meriam-meriam di depan pagar-pagar. Pada waktu yang sama kapal-kapal utsmani menyebar di perairan yang mengelilingi konstantinopel, namun demikian kapal itu tidak bisa sampai ke tanduk emas karena adanya rantai-rantai besar yang menghalangi masuknya kapal yang berusaha mendekat.



kemenangan islam dan kehancuran kostantinnopel

tepat 54 hari pertempuran konstantinopel, pada hari itu tanggal 29 mei 1453 sebelum matahari tepat berada di atas kepala, akhirnya kota konstantinopel takluk ditangan al-fatih pemimpin daulah utsmaniyah. Al-fatih kemudian turun dari kudanya dan bersujud kepada allah atas tanah yang direbutnya, serta tak lupa al-fatih menyampaikan selamat kepada pasukannya atas kemenangan yang diraih dan melarang melakukan pembunuhan. Sebaliknya al-fatih memerintahkan memperlakukan dengan baik dan lemah lembut.


Spoilerfor buka gan:

FILM Islami Terbaik,
Umar Bin Khattab & Nabi Muhammad SAW.






sumber | iniunic.blogspot.com | 

[MEMALUKAN]Pemusik kelas dunia yang tidak dihargai!



Spoilerfor wajib baca:


Seorang pria duduk di sebuah stasiun metro di Washington DC dan mulai bermain biola, itu adalah pagi yang dingin pada bulan Januari. Dia bermain lagu karya Bach selama sekitar 45 menit. Selama waktu itu, karena itu jam sibuk, ia memperkirakan bahwa 1.100 orang pergi melalui stasiun, sebagian besar dari mereka dalam perjalanan mereka untuk bekerja.

Tiga menit berlalu, dan seorang pria berusia tengah melihat ada musisi yang bermain. Dia memperlambat langkahnya, dan berhenti selama beberapa detik, dan kemudian bergegas untuk memenuhi jadwalnya.

Satu menit kemudian, pemain biola menerima tip dolar pertama: seorang wanita melemparkan uang di meja kasir dan tanpa berhenti, dan terus berjalan.

Beberapa menit kemudian, seseorang bersandar di dinding untuk mendengarkan dia, tapi orang itu melihat jam tangannya dan mulai berjalan lagi. Jelas dia terlambat untuk bekerja.

Orang yang menaruh perhatian adalah seorang anak berusia 3 tahun. Ibunya ada bersama dia, bergegas, tapi anak itu berhenti untuk melihat pemain biola. Akhirnya, sang ibu mendorong keras, dan anak terus berjalan, memutar kepalanya untuk melihat pemain biola tersebut. Tindakan ini diulangi oleh anak-anak lainnya. Semua orang tua, tanpa kecuali, memaksa mereka untuk melanjutkan.

Dalam 45 menit pemusik itu bermain, hanya 6 orang berhenti dan tinggal untuk sementara waktu. Sekitar 20 memberinya uang, tetapi terus berjalan kecepatan normal mereka. Dia mengumpulkan $ 32. Ketika ia selesai bermain dan keheningan mengambil alih, tidak ada yang menyadarinya. Tidak ada yang bertepuk tangan, juga tidak ada pengakuan apapun.

Tidak ada yang tahu ini, tapi pemain biola itu Joshua Bell, salah satu musisi paling berbakat di dunia. Dia baru saja bermain salah satu bagian yang paling rumit yang pernah ditulis, pada biola senilai $ 3,5 juta dolar.

Dua hari sebelum bermain di kereta bawah tanah, Joshua Bell menjual teater di Boston di mana kursi rata-rata $ 100.

Ini adalah kisah nyata. Joshua Bell bermain incognito di stasiun metro diselenggarakan oleh Washington Post sebagai bagian dari eksperimen sosial tentang persepsi, selera, dan prioritas orang. Garis adalah: dalam lingkungan biasa pada jam tidak tepat: Apakah kita melihat kecantikan? Apakah kita berhenti untuk menghargainya? Apakah kita mengenali bakat dalam konteks yang tak terduga?

Salah satu kesimpulan yang mungkin dari pengalaman ini bisa jadi:

Jika kita tidak memiliki waktu untuk berhenti dan mendengarkan salah satu musisi terbaik di dunia memainkan musik terbaik yang pernah ditulis, berapa banyak hal-hal lain yang kita hilang?


Komentar ane kita sebagai orang awam mungkin harus lebih dan mau belajar menghargai seseorang dimanapun orang itu berada ga terpatok mau musisi , apapun itu pekerjaan.

Semoga bacaan ini menarik dan bermanfaat bagi agan-agan sekalian.



sumber | iniunic.blogspot.com | 

"Ternyata Cm 1,5 jam saja umur kita hidup di dunia ini"


Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber kebenaran absolut.

1 hari akhirat = 1000 tahun.
24 jam akhirat = 1000 tahun.
3 jam akhirat = 125 tahun.
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun.

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.

Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka. (QS. 35:15, 4:170)

Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah. (QS. 74:7, 52:48, 39:1­0)

Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnah-Nya. (QS. 12:53, 33:38)

"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah. (QS. 9:72, 98:8, 4:114)

Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti. (QS. 59:18, 42:20, 3:148, 28:77)

Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." (QS. 23:114)

Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalanan hidup kita ini...


sumber | iniunic.blogspot.com | 

8 Keterampilan yang perlu dikuasai sebelum kuliah

Masa kuliah adalah ketika anak mulai masuk ke fase menuju kedewasaan. Berbagai hal yang terjadi di dunia perkuliahan pun mendukung kesiapan anak yang nantinya terjun ke kehidupan masyarakat.
Bahkan sebelum masuk kuliah, sebenarnya orang tua perlu memastikan kalau anak sudah menguasai keterampilan seperti yang dilansir dari GalTime ini untuk bisa bertahan di antara yang lain.
Manajemen keuanganKebanyakan anak kuliah memilih untuk menuntut ilmu dan jauh dari orang tua. Jadi keterampilan yang satu ini sangat perlu untuk dikuasai sebelum anak masuk kuliah.

Tanggung jawab pribadiKuliah identik dengan hidup sendiri, dan sikap mandiri perlu diterapkan sejak sebelum anak masuk kuliah. Sebab ada tanggung jawab pribadi yang harus diselesaikan sendiri oleh anak.
 
Tepat waktuBiasanya, anak masih tergantung pada orang tua untuk mengingatkan mereka tentang hal-hal tertentu. Namun ketika sudah memasuki fase perkuliahan, anak harus belajar dan menguasai keterampilan untuk selalu tepat waktu dalam menjalani sesuatu.

SosialisasiAnak perlu tahu bagaimana caranya berbicara, berdiri, dan menyapa orang baru dengan baik. Keterampilan yang satu ini disebut juga dengan sosialisasi dan anak perlu menguasainya bahkan sebelum masuk kuliah.
 
Tahu batasanSisi negatif dari hidup sendiri ketika kuliah adalah anak merasa bebas dan merdeka, sehingga terkadang mereka kurang tahu batasan dalam hal norma dan adat lainnya. Jadi pastikan anak tahu dan mampu menguasai batasan sebaik-baiknya.

DisiplinDisiplin adalah salah satu faktor penentu kesuksesan di masa depan. Ajarkan bagaimana caranya disiplin tanpa memaksa. Beri contoh nyata berupa tindakan. Dengan demikian, anak akan menguasainya sebelum masuk kuliah.

Mengambil keputusanMampu mengambil keputusan sendiri adalah keterampilan lain yang perlu dikuasai anak sebelum masuk kuliah. Jika mereka mampu melakukannya, anak akan sanggup bertahan tanpa bergantung pada orang lain.

MenghargaiTerakhir, pastikan anak tahu bagaimana caranya menghargai dan menghormati orang lain. Sebab tidak ada gunanya jika anak pandai menjaga dirinya, namun gagal mengakui kehebatan orang lain di sekelilingnya.
Bertambahnya usia berarti bertambah juga tanggung jawab dan beban yang dipikul. Jadi sebelum masuk kuliah dan menghadapi dunia luar sendirian, anak setidaknya harus mampu menguasai kedelapan keterampilan tersebut di atas.




sumber | iniunic.blogspot.com |